Saturday, October 19, 2013

가지마.. :'(

I just don't know how to beg again. Even i say "jebal jebal jebal" million times you won't hear that.
I'm tired of this. So damn tired. I don't even know how to cut this off. To end this quickly.
Even the world say "No" but i still consist with my heart with "Maybe".
I just don't know how.
I'm tired Lord.




거짓말.
제발 떠 나지마.
너를 만나고 싶어. 너를 그리워. :(

Friday, October 18, 2013

Part 3

Ruangan kantor Alvin bisa dibilang cukup besar. Terdapat jendela kaca yang berada di belakang mejanya dengan pemandangan menghadap ke jalanan sibuk kota New York, ukiran dinding yang dihiasi dengan ornamen minimalis, dan tentu saja tertera jelas Alvin bukan pegawai biasa.
"Permisi Pak. Boleh saya masuk?"
"Oh ya silahkan. Ada apa tergesa-gesa seperti ini Gina?"
"Saya hanya ingin memberitau bapak, rapat akan dimulai dalam 5 menit."
"Oh. Baiklah. Ya saya sudah tau. Terima kasih kamu boleh keluar."

Gina. Gina Evans. Wanita paruh baya dengan rambut hitam sebahu. Tubuhnya proporsional dengan berat mungkin 50kg dan tinggi 165cm. Wajah asian yang kental, sangat jarang terlihat apalagi ketika berada di Amerika seperti ini. Ia sangat menawan untuk ukuran wanita sebayanya.Mengapa aku menilainya?

Alvin mengetuk-ngetuk jam tangannya. Berpikir bagaimana rapat kali ini dapat membuat para donatur mau menyumbang untuk proyek pembangunan rumah anak-anak yatim.
"Ahh.. Sungguh ini memusingkan. 2 menit lagi dan aku belum mendapat ide yang bagus. Haruskah aku membatalkannya saja?"

Tiba-tiba Gina masuk ke dalam ruangan dan ia mengatakan semua donatur sudah hadir, rapat akan segera dimulai. Alvin hanya bisa menghela napas. Okey, kita lihat kemampuanku membujuk mereka.

***
Well seperti yang diharapkan, rapat berjalan lancar dan hampir semua donatur menandatangi perjanjian. Diberi bakat berbicara yang luar biasa sangatlah menguntungkan Alvin. Tak heran ia menjadi direktur utama dari perusahaan terbesar di New York tersebut.
"Hey! Sepertinya aku tau dirimu. Kau yang berhenti saat lampu sudah hijau tadi kan!"

Alvin kaget setengah mati. Ia memutar badan dan melihat... Oh my.
"Eh? Iya itu tadi saya.."
"Hahaha. Mukamu langsung pucat seperti itu. Panggil saja Janet, jangan panggil ibu. Lagian peristiwa tadi sudah saya lupakan juga kok."

Janet?

***
to be continued

Tuesday, October 15, 2013

Part 2

Hari ini Alvin berangkat ke kantornya seperti biasa. Menjalani rutinitas sehari-harinya. Yahh.. Hari Senin yang sangat biasa. Kemacetan menemaninya sepanjang perjalanan. Sampai akhirnya ia mendengar lagu yang diputar di radio.


"Do you hear me.. I'm talking to you.. Across the water.. Across the deep, blue ocean.."

Seketika Alvin langsung saja menoleh dan mengganti channel radio tersebut. Apa yang telah kupikirkan.. Ini aneh. Ya, aku aneh. 


Sembari kembali memacu mobilnya, sesekali Alvin menoleh ke arah radio playernya. Ingin ia mendengar lagu itu kembali. Ia rindu dengan suara itu. Suara yang selalu membawanya ketenangan hatinya..

Part 1

"Apa yang sedang kau pikirkan?"
"Ah tidak.. bukan apa-apa. Nah, kenapa sekarang kau belum tidur?"
"Tidak apa.. aku hanya menunggumu. Anak-anak sudah tidur dan sebaiknya kita tidur karena esok mungkin akan menjadi hari terberatmu sayang."
"Kau duluan saja. Aku ingin menonton tv dulu." Alvin mengusap kepalanya. Membuatnya tidak bisa memaksanya tidur lagi.
"Baiklah haha. Aku tidur dulu ya. Selamat malam."
Seulas senyum tersungging di pipinya. Jane pun tertidur ketika suaminya mematikan televisi dan mengambil foto. Foto seseorang yang sangat ingin dia jumpai.
"Someday I hope I can love the way you love me... "
 The Vow

I really do love that sentence like seriously. Sometimes i think, did i do the right thing? did i do what suppose i do? Because everyday, everyhours, every minutes, every seconds.. I'm struggling with myself. Like idiot.

This film, The Vow, tells you how can love withstand the mental problem. The girl forgot her short memories with the one she really love. And the boy struggled so much to make her remember. Again. Too much heart break, too much sadness the boy has to handle. I cried when I saw the boy like... why i have to do this? why my girl has to forget me and remember her ex fiancee? 

I also struggled so much with my own... I have to face the truth. Am I the only one who have this feel? I hope he also has it.

:')

Tuesday, October 8, 2013

First 8

Here it comes. The first 8. Yet I know there will be another 8 for the next month, and month, and month.. and it will be a year.


I feel like damn. I can pass this. Too easy. It's just about a day. Another day without him. 

But why.. There always another mind to think? Another feel spread out? W H Y? ;(